Film dan BukuRubrik Umum

Hati Wanita Itu Rumit (Review Novel)

Hati Wanita Itu Rumit (Review Novel)
Oleh : Zuya

Judul Buku : Dua Hati
Penulis : Majarani
Penerbit : LovRinz Publishing
Cetakan : Juni, 2020
Tebal : 391 halaman

Sinopsis

Hani sudah sangat bosan hidup dalam keadaan miskin bersama Hisyam. Dia selalu meminta sang suami untuk melakukan apa saja asal mendapatkan uang. Hingga dr. Aina muncul dalam kehidupan mereka, menawarkan bantuan dengan balasan yaitu Hani bersedia menerimanya sebagai istri kedua Hisyam.

Hani yang ingin hidup mewah tentu saja mengabulkan. Dan Hisyam yang ingin melihat istrinya bahagia hanya bisa menuruti kemauan Hani. Sementara dr. Aina pada dasarnya memiliki tujuan lain sehingga mau menjadi istri dari seorang lelaki miskin.

Hisyam yang lugu dan penurut, menurut dr. Aina adalah orang yang pas agar bisa dipermainkan dalam perseteruan dinginnya bersama sang ayah, Abdullah Umair.

Siapa sangka, semua perjanjian yang mereka sepakati nyatanya tidak dapat dipertahankan. dr. Aina akhirnya luluh juga pada hati Hisyam. Sementara Hani harus menelan pil pahit karena mimpi buruk berbagi suami (yang sebenarnya) terjadi di depan mata.

Semua yang berawal dari niat yang buruk, tentu mendatangkan akhir yang mudarat. Begitu pula pada kisah mereka. Hisyam mengalah. Dia tak mampu menjaga dua hati yang memiliki karakter berbeda dengan keras kepalanya masing-masing. Ibadah yang diharapkannya mampu membawa ke surga malah menjadi bumerang.

Hingga akhir dari cerita ini, harus ada yang mengalah dan mencari cinta yang baru.

***

Review

Dua Hati. Judulnya menarik. Kovernya manis dan pas dengan jalan cerita.

Ide cerita juga menarik. Sejak awal aku sudah tahu kalau ini pasti terinspirasi dari film Bollywood yang berjudul Judaai. Produksi tahun 1997 dengan dibintangi Anil Kapoor, Urmila, dan Sridevi.

Walau cerita ini idenya diambil dari sebuah film India, tapi enggak semua kok. Cuma idenya. Secara keseluruhan isinya beda.

Sepanjang membaca novel ini, konflik yang dihadirkan berhasil membuatku tegang. Benar-benar ngena. Dan mengenai tokoh, semuanya tergambar kuat. Yang aku suka dari novel ini, semua tokoh berperan sebagai protagonis dan antagonis. Relevan dengan dunia nyata. Semua orang bisa di titik baik dan jahat.

Aku awalnya mengira novel ini hanya berisi cerita romance saja, oh, ternyata aku salah. Dalam novel ini banyak sekali menyajikan ilmu yang bikin aku berdecak kagum sih. Pasti si penulis banyak baca buku seputar pernikahan, poligami, dan sepertinya buku-buku biografi para istri Rasulullah saw. karena beberapa kali penulis memberi gambaran bagaimana poligami yang dilakukan oleh sang insan mulia, yakni Nabi Muhammad saw.

Jangan berpikiran bahwa novel ini ditulis guna mengajak orang untuk ramai melakukan poligami. Malah pada novel ini membuka tabir bahwa hidup berpoligami bukanlah sesuatu yang mudah. Penulis beberapa kali menegaskan bahwa mereka yang tak mampu berbuat adil terhadap istri-istrinya, maka nanti di akhirat akan datang dengan badan yang lebih miring sebelah.

Selain membahas kelebihan, tidak salahnya kita bahas juga beberapa kesalahan di dalamnya.

Banyak tipo. Contohnya, pada halaman 272 … rumah yang ditinggali Aina dah Hisyam. Dah >> dan

Luga >> lugas

Dan masih banyak lagi.

Ada beberapa kalimat yang membuatku mengernyitkan dahi. Contoh halaman 274 ada dialog “… Itu juga diberi tahu yang Mbok Mar.” Kayaknya kata “yang” dihapus saja.

Sama halnya dengan halaman 257.

Aina mengambil kertas dan pulpen di dari laci. >> Kata “di” sebaiknya dihapus saja.

Ada dialog Hisyam yang mengatakan bahwa dia baru menikah dengan Aina beberapa minggu. Tapi di beberapa paragraf berikutnya, sebuah narasi menyebutkan mereka sudah menjalani pernikahan selama 3 bulan.

Seperti biasa, aku akan menutup review dengan sebuah quote. Beberapa hari yang lalu dapat sebuah petikan kalimat dari Sayyidina Umar bin Khattab ra.

“Aku lebih rela berjalan di belakang seekor singa daripada berjalan di belakang seorang perempuan.”

Kalimat di atas sudah cukup menjelaskan betapa ribetnya berurusan dengan hati perempuan, apalagi kalau sampai dua hati.

 

16 April 2021

Zuya, seorang deklamator yang baru saja belajar menulis.

Editor : Lily

 

Grup FB KCLK
Halaman FB Kami
Pengurus dan kontributor
Mengirim/Menjadi penulis tetap di Loker Kata

0
Tags

Tulisan terkait

Leave a Reply

Close