Film dan BukuPilihan EditorRubrik Umum

Pacaran Tanpa Dosa, Novel Cinta Sehangat Pagi

Pacaran Tanpa Dosa, Novel Cinta Sehangat Pagi

Lutfi Rose

Melihat dari judul yang saya tulis di atas pasti kalian langsung bisa menebak novel apa yang bakal saya bahas kali ini. Ya! Sebuah novel yang ditulis oleh Aimee Karenina ini mengisahkan tentang sepasang muda-mudi yang menjalin hubungan percintaan. Mereka dipertemukan pada sebuah kegiatan sosial kemanusiaan yang cukup unik dan kedekatan mereka pun dikemas tak kalah unik oleh sang penulis. Apa, sih, kegiatan mereka? Detailnya baca sendiri ya …. Tentu bakalan tidak seru jika saya menjabarkan dengan detail sekali.

Si gadis yang bernama Selma Zafir adalah sosok yang perfeksionis dan ambisius. Menikah adalah kata yang dia hapus dalam target masa mudanya dan menjadi wanita sukses adalah tujuan utamanya, kalaupun dekat dengan pria baginya tak ada salahnya berpacaran dulu. Berbeda dengan sang tokoh pria—Nino, yang memang notabene memiliki karier yang bagus, adalah sosok yang matang dan religius. Sejak masih duduk di bangku pendidikan, Nino adalah salah satu pemuda yang anti pacaran. Nah! Inilah yang menjadikan hubungan mereka unik—sepertinya boleh, deh, dicontoh buat para jomlowers—karena mereka menjalin hubungan pacaran tanpa ada kontak fisik sama sekali. Kerennya lagi, penulis mampu menggambarkan keromantisan hubungan mereka tanpa ada adegan dewasa sama sekali. So, jangan berharap ada adegan pelukan atau ciuman selama kalian duduk membaca novel ini.

Cara si pria menyatakan cinta juga unik dan anti mainstream. Bayangkan dia gak peduli di mana posisi mereka berada main ngajak nikah saja. Wow! Seru sekali bacanya. Bisa dibayangin gak ketika kamu berkali-kali diajakin nikah sama kekasihmu? Mengapa bisa begitu? Tuh! Baca sendiri nanti biar lebih afdal.

Konflik mereka sebenarnya bermula dari soal pernikahan yang berbeda ekspektasi, saat baca ini saya senyum-senyum sendiri lho, berasa merona. Ih! Lebay. Saya kira konflik berhenti di situ saja hingga lebih seperempat novel yang saya baca, ternyata tidak, pemirsa … tiba-tiba ada tokoh baru yang membawa konflik yang sangat kompleks dan langsung membawa alur ini ke inti klimaks. Sosok yang dirahasiakan kenampakannya ini makin membawa pembaca penasaran dan bertahan duduk menyelesaikan bacaannya. Spekulasi terus bergulir tentang siapa sih sosok misterius antagonis tersebut? Makin dibuka lembar demi lembar, makin penasaran saya membacanya. Banyak tokoh-tokoh yang mampu mengkamuflasekan si perusuh hubungan kedua tokoh utama. Untuk bagian ini wajib kamu baca, seru bin menyebalkan.

Keunggulan dari novel ini adalah penulis mengangkat isu yang cukup hangat dan pelik, isu tentang kerusakan alam. Bagaimnaa sebuah suku bisa begitu kejam membantai kawanan paus hanya untuk sebuah pesta tahunan. Rakus sekali manusia itu, ya! Saya menjadi kenal seorang tokoh pejuang kelestarian paus yaitu Paul Wadson serta Sea Sherpherd Conservation Society yang berjuang dengan taruhan nyawa.

Setelah membaca kisah ini pula saya mengetahui sebuah gangguan kejiwaan bernama pseudocyesis yang sebelumnya belum pernah terpikirkan—ada orang sakit jiwa seperti ini. Dan ternyata gangguan kejiwaan yang sangat berbahaya ini bermula dari hal yang sering kita anggap sepele semasa seseorang berusia kanak-kanak. Bullying menjadi pemicu utama seseorang mengalami gangguan kejiwaan.

Oke! Sebagai penutup saya tidak akan membuat spoiler novel ini. Kenapa? Karena bakal mengurangi kenikmatan kalian saat membacanya. Hanya sedikit bocoran saja, ending cerita ini manis banget. Kalian seperti dibawa naik gunung sampai kelelahan dan turun pakai perosotan lalu disambut kolam renang yang sejuk, adem banget rasanya. Hal yang langsung saya rasakan saat membaca endingnya adalah lega dan bahagia.

Jadi grab it fast! Segera peluk dan baca. Ini novel paket komplet, ada religiusnya, ada romantisnya, ada pendidikannya, dan masih banyak lagi. Eit! Harganya juga terjangkau untuk kalian yang anak kos. Duh! Kok berasa ngiklan banget, ya? Coba deh! Buka-buka iPusnas, sepertinya ada. Segera dibaca, ya! (*)

Lutfi Rose, ibu yang sedang belajar menulis apa pun dan di mana pun. Bisa ditemui di akun sosmednya: Fb @Lutfi Rosidah, Ig @Arifa_Style, wattpad @LutfiRose

 

1+
Tags

Tulisan terkait

Leave a Reply

Close