PendidikanPilihan EditorRubrik UmumTips Menulis

3 Hal Penting dalam Cerita

3 Hal Penting dalam Cerita
Oleh: Sukra A.W

Kira-kira di zaman semodern ini, siapa ya, yang nggak kenal sama cerita? Cerita pendek, cerita bersambung, novel, roman, dan lain sebagainya, adakah yang nggak tau sama sekali dengan si dia ini? Ah, tega betul kalian kalau sampai tidak tahu dengan semua—atau paling tidak salah satu—jenis karya tulis bebas ini.

Karya tulis bebas? Ya, karya tulis bebas. Mau tahu kenapa disebut karya tulis bebas? Karena dalam pengerjaan karya fiksi ini, penulis dibebaskan dalam berimajinasi. Tidak terikat dengan aturan-aturan yang mengharuskan adanya fakta dan opini seperti halnya pada karya nonfiksi. Penulis biasanya akan dibiarkan mengembara dan mengeksplorasi dunia khayal mereka yang kemudian dituangkan ke dalam tulisan.

Karya fiksi ini sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat. Namun hanya beberapa jenis karya fiksi saja yang diketahui, seperti dongeng, legenda, mitos, dan sebagainya. Itu juga disampaikan dari mulut ke mulut. Hingga terkadang cerita tersebut mengalami perubahan karena penambahan ataupun pengurangan dari si pencerita itu sendiri.

Nah, cerita itu kan karya tulis bebas, berarti boleh ditulis sebebas-bebasnya dong, tidak terikat dengan aturan-aturan? Apa seperti itu? Tentu saja tidak. Karya fiksi masih terikat dengan aturan tertentu, yaitu EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) yang memang harus dikuasi oleh para penulis. Seperti yang dibicarakan sebelumnya, yang dibebaskan adalah imajinasi penulis—dan itu juga harus bersifat logis, bukan berarti bebas tanpa aturan.

Biasanya para penulis pemula sering melewatkan beberapa poin yang sebenarnya cukup penting dalam sebuah karya fiksi. Mulai dari EBI, kelogisan cerita, hingga sampai pada alur cerita itu sendiri. Dan terkadang hal ini menyebabkan kurang minatnya para pembaca atas cerita mereka.

Terus agar para pembaca tertarik dengan cerita kita, gimana? Untuk memikat para pembaca sebenarnya hanya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Apaan tuh?

  1. Judul

Seperti yang sudah diketahui, judul adalah nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab tersebut. Bukan pada buku saja, melainkan juga pada karangan seperti cerpen atau cerbung. Judul berpengaruh sangat besar terhadap minat para calon pembaca. Dan sebab itu, para penulis diharapkan bisa membuat judul yang semenarik mungkin. Caranya gimana, sih? Menurut Ari Kinoysan dalam bukunya yang berjudul Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok! ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan judul.

  • Unik dan Menarik Perhatian

Nah, kan, menurut Ari Kinoysan saja judul itu harus bisa menarik perhatian, berarti benar-benar harus diperhatikan nih saat menentukan judul cerita. Dan agar bisa menarik perhatian pembaca, judul juga harus dibuat seunik mungkin. Berbeda dari yang lain. Contohnya nih, judul dari buku antologi puisi karya Joko Pinurbo Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. Unik, bukan?

  • Menunjukkan Isi dan Jenis Tulisan

Hal ini merupakan tujuan dari judul itu sendiri. Jika judul tidak sesuai dengan isi dan jenis tulisan, bisa jadi pembaca akan kecewa nantinya. Seperti komik Detective Conan, judul komik ini sudah menunjukkan isinya yang pasti akan bercerita tentang penyelidikan seorang detektif. Dan judul tersebut juga menunujukkan jenis tulisan yaitu genre detektif, misteri, dan aksi.

  • Pendek

Judul yang pendek akan memudahkan pembaca untuk mengingatnya. Seperti novel karya Tere Liye yang berjudul Bumi, Matahari, dan Bulan. Bukankah kita mudah mengingatnya?

  1. Opening

Pembukaan sebuah cerita harus dibuat sebagus mungkin. Hal ini juga sama pentingnya dengan judul. Pembukaan yang menarik akan semakin mendorong pembaca untuk melanjutkan bacaannya hingga selesai. Menurut Ari Kinoysan dalam bukunya yang berjudul Jadi Penulis Fiksi? Gampang Kok! pembukaan sebuah cerita harus memperhatikan beberapa hal.

  • Menarik Pembaca
  • Tidak bertele-tele
  • Mengenalkan tokoh-tokoh utama dengan masalahnya
  • Action/dialog yang mencirikan karakter tokoh utama
  • Pilihan deskripsi yang dinamis dan tidak monoton
  • Bahasa lugas dan dengan kecepatan cerita yang cepat
  • Langsung menunjukkan ke pembaca tentang persoalan yang tengah dihadapi tokoh-tokoh utama, bisa lewat dialog atau deskripsi
  1. Ending

Bagian ini juga jangan sampai dilewatkan atau mungkin dianggap sepele. Penutup cerita harus bisa memuaskan rasa penasaran pembaca selama membaca cerita. Jangan sampai bagian penutup terasa sangat hambar dan tidak memiliki energi sama sekali.

Nah, itu tadi adalah hal-hal yang harus diperhatikan saat menulis cerita. Semua bagian dari cerita memang penting dan sama-sama harus diperhatikan, tapi ketiga hal di atas merupakan penentu suksesnya usaha seorang penulis. Bukankah tujuan dari menulis adalah untuk dibaca? Lalu bagaimana orang-orang akan membaca karya kita kalau judul, pembukaan, dan bahkan sampai penutup saja tidak menarik? Benar, bukan?

Oke, semoga uraian tadi bermanfaat untuk kita semuanya, ya. See you!

 

Sukra Ageng Winasih. Lahir di kota Dawet Ayu, Banjarnegara. Sekarang sedang menajalani fase paling akhir dari sebuah Sekolah Menengah Kejuruan pada program studi Akuntansi. Dan semoga ini menjadi fase terindah dari seluruh siklus kehidupan pelajar.

Grup FB KCLK
Halaman FB Kami
Pengurus dan kontributor
Mengirim/Menjadi penulis tetap di Loker Kata

 
Tags

Tulisan terkait

Close